Minggu, 10 Agustus 2014

Sehati Saling Melengkapi

Di bawah sinar mentari yang mesrah, aku berjalan-jalan bersama Andha di taman bunga.
"aku haus" ucapku lirih seperti orang gagal ikut audisi mati.
"aku gak haus" jawab Andha cuek dengan nadah tegas kayak capres kampanye.
"berarti kita jodoh" timpalku berusaha menjaga suasana romantis.
"kok bisa?" tanya Andha kayak pejabat yang tidak kebagia uang korupsi.
"aku haus, kamu tidak. Berarti jodoh yang saling melengkapi" jawabku sambil tersenyum kuda.
"Dasar sotres!!"


Di lain waktu, di lain dimensi, dan di lain tempat. Saat sedang mengantri beli solar di SPBU, kucoba mengobrol dengan Andha yang berada di depanku.
"oh Andha, lagi ngapain?" mencoba mengawali ngobrol.
"Sudah tau nanya" jawabnya ketus, mungkin lagi kebelet beol.
"jangan gitu ah jawabnya sama calon suamimu ini" kucobah meluluhkannya.
"idih, amit-amit" jawabnya seakan aku ini najis.
"memangnya gak tahu kalau aku cinta kamu" sambil kucoba membantu pegang jerigen miliknya.
"aku gak cinta kamu, cari yang lain aja" mencubit tanganku tanpa belas kasihan.
"sama aku juga gak cinta kamu" mencoba berpura-pura melangkah pergi, berharap dia melarangku pergi.
"bagus deh" ucapnya dengan berseri-seri.
"berarti kita one heart"
"one heart dari planet pluto ah!"
"beneran loh, one heart banget, kita sehati untuk tidak saling mencintai"

Andha pun baca ayat kursi 3 kali sambil berharap aku pergi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design