Sabtu, 23 Februari 2013

Alasan Gedung Fakultas SAINTEK Ada Liftnya


Pada hari minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk dimuka. HOE!!! kenapa aku malah nyanyi?! bukankah tadi niatnya mau bercerita?. Oke, oke kita ulang dari awal lagi.

Pada hari minggu, aku dipaksa Andha buat ke rumahnya. Padahal kemarinnya kita sudah membuat kesepakatan hari minggu aku tidak ke rumahnya dia. Alasannya sih keren banget, yaitu karena di rumahnya kebanyakan makanan. Aku disuruh ke rumahnya dengan misi menghabiskan semua makanan yang ada di rumahnya. Sebenarnya sih aku lagi malas ke rumahnya Andha, tapi karena gak enak sama Andha akhirnya aku mau saja.

Setelah sampai di rumahnya, ternyata Andha malah sedang keluar. Kata orang tuanya, dia sedang membeli roti. Aku mulai merasa janggal dengan situasi yang aku alami, katanya banyak makanan tapi kenapa malah beli roti? kalau sudah banyak makanan kenapa nambah lagi? Apa jangan-jangan aku dijebak? Apa Andha berniat agar aku ngobrol panjang dengan orang tuanya? karena sampai sekarang kami hanya tegur sapa saja, Terus ngobrol apa? Masak aku bakal ditanya keseriusanku berhubungan dengan Andha? Apa malah disuruh nikah? Aku belum siap kalau nikah, kuliahku saja belum selesai, memang nikah tidak butuh ijazah tapi apa kata dunia kalau belum menyelesaikan kuliah malah menikah? Atau jangan-jangan orang tuanya mau minta izin dariku agar aku menjauh dari Andha karena dia sudah dijodohkan?. "Assalamu'alaikum", spontan aku menjawab "Wa'alaikumussalam". Ternyata Andha baru pulang. 

"Oh...Andha, silahan duduk dulu, ada perlu apa ya?"
"WOIIK!!! INI RUMAHU!!"
"loh, kok bisa? anda kan tamu? kenapa malah ngaku-ngaku yang punya rumah ini?"
"TOBAT WOI...TOBAT!!"

Dan semua dialog diatas hanyalah karanganku saja. Hahahahaha....

Andha masuk ke dalam (dan ternyata tidak dalam-dalam banget karena hanya ke ruang sebelah ruang tamu), dan keluar menemuiku sambil membawa roti. Dia pun menceritakan yang berhubungan dengan roti, mulai beli rotinya ke siapa, rotinya terbuat dari apa, dan alasan kenapa dia menyukai roti tersebut. 

"Memangnya benar gedung fakultas SAINTEK (Sains dan Teknologi) ada liftnya?" Pertanyaan ini muncul karena di gedung fakultasnya tidak ada liftnya.
"Iya ada"
"Masak?!"
"Kalau tidak percaya coba tanyakan ke (menyebut nama teman Andha yang fakultas SAINTEK)"

Setelah kupikir-pikir kayaknya gedung kampus S1 yang ada lift-nya hanya gedung rektorat dan gedung fakultas SAINTEK saja. Aku biasanya berpikir mungkin karena gedung fakultas SAINTEK yang tergolong masih baru membuatnya sedikit modern dari gedung yang lainnya. Tapi sekarang aku mungkin menemukan alasan lain yang sedikit rasis. Alasan kenapa gedung SAINTEK ada liftnya adalah karena untuk membantu mengurangi beban anak-anak fakultas SAINTEK untuk naik ke lantai selain lantai 1. Bukankah kuliahnya anak fakultas SAINTEK itu berat? Kalau hanya ada tangga, mungkin bakal banyak mayat-mayat anak fakultas SAINTEK yang tidak kuat untuk mendaki tangga.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design