Selasa, 31 Juli 2012

Pengemis

"Kebanyakan Kyai sekarang ini lebih senang menerima dari pada memberi. Padahal orang yang suka menerima adalah pengemis. heheehe (tertawa ringan) untung saya bukan Kyai" kalimat ini muncul dari pengeras suara di tempat pengajian.

Kesadaranku yang sebelumnya hanya 20%, langsung menjadi 1000% saat mendengar kalimat tersebut. Aku merasa jantungku ditusuk-tusuk linggis karena mendengar kalimat tersebut. Meskipun aku bukan seorang Kyai. Aku tersindir karena selama ini aku lebih suka diberi daripada memberi. Sampai-sampai aku waktu masih sekolah punya prinsip "Dimana ada barang gratis, aku harus ada di situ. Kalau nggak, aku bakal menyesal".

Senin, 30 Juli 2012

Pertahanan Belakangku Jebol

Setiap jenjang pendidikan yang kulewati, selalu saja ada hal yang sangat berkesan. Misalnya waktu SD nilai ulangan pelajaran Matematika nilainya jelek waktu jawabannya hasil menghitung sendiri tapi waktu menjawabnya ngawur malah dapat nilai bagus. Dan sekarang aku akan bercerita pengalamanku sendiri waktu TK, tentunya di waktu TK banyak pengalaman yang berkesan karena semua siswa-siswinya masi imut-imut dan polos.

[+_+][+_+][+_+][+_+][+_+]

Pagi dengan langit yang cera menghiasi seluruh pelosok desa Ngembe (sebenarnya langit cerah bukan hanya di desa Ngembe saja, tapi juga di desa-desa di sekitar Ngembe. Tapi biar kelihatan indah ceritanya, maka yang cerah hanya di desa Ngembe saja). Para murid TK sedang menunggu jam masuk pelajaran sambil jajan di depan SD karena tidak ada yang jualan di depan TK dikarenakan lokasinya tidak se-strategis di depan SD.

Senin, 23 Juli 2012

Jelajah Pasar

Pasuruan, 19 Juli 2012. Waktu menunjukkan pukul 09:00 WIB, aku sedang berada di perjalanan menuju pasar Pandaan. Tujuan utamaku adalah menukarkan HP, tentunya bukan HP pemberian orang tua karena itu amanah dari orang tua. Alasanku mau menukar Hp adalah karena kemarin aku melihat HP jadul yang aku punya di pasar tersebut dijual dengan harganya Rp75.000 belum ditawar, padahal setahun yang lalu harga aku membelinya kurang dari Rp.200.000. Sebelum harganya belum turun lagi, aku berniat menukarkannya. Aku berniat menukarkannya dengan yang sedikit lebih canggih, dan sedikit lebih cepat kalau di pakai online.

Tidak lebih dari 15 menit aku sudah sampai di Pasar Manok (Burung) yang berada di Pandaan. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa mau menukar HP malah ke pasar burung? Sebenarnya aku tidak tahu sejarah nama pasarnya, karena sekarang di pasar tersebut yang menjual burung hanya beberapa kios saja, selebihnya adalah penjual VCD (bajakan), HP, pakaian bekas, pakaian baru, makanan, buku,  dll. Ada juga penjual barang-barang loak yang mengelilingi Pasar Manok.

Sabtu, 21 Juli 2012

Aku Benci Manusia

Sudah sekitar seminggu berlalu aku menamatkan novel Supernova episode Partikel karya mbak Dee tapi efeknya masih kebawa sampai sekarang. Efek yang paling besar adalah tidak mempercayai manusia termasuk diriku sendiri. Yah, manusia yang paling tidak bisa kupercayai adalah diriku sendiri, alasannya dari dahulu aku masih sering "manjatuhkan diri" ke lubang yang sama. Padahal aku tahu kalau itu ada lubang, dan kalau jatuh kesitu bakal sakit dan menyesal.

Manusia kedua yang tidak kupercaya adalah kekasihku sendiri, alasannya aku masih sering dibohongi meskipun dia mempunyai alasan untuk membenarkan tidak kebohongannya. Tapi yang paling tidak bisa kupercaya dari dirinya adalah dia menyayangi diriku. Tapi kalau alasan dia menjadi kekasihku karena kekayaan juga tidak mungkin, lah setiap hari aku BOTAL (BOkek toTAL). Terus kalau alasannya karena kegantengan juga tidak mungkin, karena seumur-umur yang bilang aku ganteng tidak lebih dari jari tangan kananku. Hanya dia sendiri dan Tuhan yang tahu alasan dia mau jadi kekasihku.

Senin, 09 Juli 2012

Kopi, Kantuk, dan Aku

Sudah umum kita beranggapan kopi adalah penawar rasa kantuk yang paling efisien. Karena itu pula kita banyak menemukan berbagai macam produk minuman yang berbahan dasar kopi.

Dan sebelum bercerita banyak, perlu diketahui kalau aku bukanlah pecinta kopi sejati meskipun sebenarnya aku juga suka minum kopi. dan aku minum kopi punya beberapa alasan, yaitu : rasa, penawar tidur, dan terpaksa. Jika masalah rasa aku lebih memilih kopi mocca, sedangkan jika untuk penawar tidur aku memilih kopi murni, dan jika terpaksa aku memilih kopi apa saja.

Suatu malam di rumahku ada musyawarah. Ntah musyawarah apa? aku sudah lupa, maklum karena di rumah sering dipakai tempat musyawarah, kata ibu "ayahmu itu suka mengadakan musyawarah". Yang aku ingat hari itu ibu membuat beberapa makanan dan 3 teko besar untuk disuguhkan, 2 teko berisi kopi murni, dan 1 teko lainnya berisi teh hangat.

Sabtu, 07 Juli 2012

Alasan Orang Kaya Dinilai Sering Sakit Daripada Orang Miskin

Sering kan kita dengar orang kaya lebih muda sakit, dan orang miskin tidak mudah sakit. Aku penasaran dengan pernyataan tersebut, mangkanya mumpung lagi nganggur kini kita cari tahu penyebabnya yuk?.

Karena Pekerjaan

Kita tentunya tahu kalau pekerjaan orang kaya lebih sering menggunakan otak, orang kaya kan biasanya kerjaannya lebih sering duduk di depan komputer dan menghitung duit atau merencanakan apa lah. Sedangkan orang miskin pekerjaannya lebih sering menggunakan otot daripada menggunakan otak. Tentunya orang kaya lebih mudah sakit karena badannya lebih sering di diamkan saja, sedangkan orang miskin yang kerjanya pakai otot tentu badannya sering digerakin. Dan kita sama-sama tahu kalau badan yang sering dibuat gerak lebih sehat dibanding dengan badan yang tidak pernah dibuat gerak.

Jumat, 06 Juli 2012

Pantai Identik dengan Santai?

Akhir-akhir ini aku sering mendengar kalimat "lagi santai kayak di pantai", mungkin kalimat ini sudah kayak bom virus yang dampaknya sudah mencapai seluruh sendi-sendi kehidupan -Ah lebay deh-. Jika ditanya kapan pertama kali kamu mendengar kalimat ini? Sebenarnya di tahun 2009 dahulu aku sudah sering mendengarnya dari sebuah lagu milik Melanie Subono, kalau tidak salah judulnya "Gue Lagi Gampang" (maaf kalau salah soalnya tidak sempat browsing :D), yang aku ingat urutan liriknya begini "gue lagi santai kayak di pinggir pantai, gue lagi senang kayak bisa tebang". Mungkin susunan kata dalam kalimatnya berbeda, tapi maksut dan tujuannya sama yaitu mengidentikkan suasana pantai jika lagi santai.
 
 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design