Jumat, 12 Oktober 2012

Kakakku Gila part 2

Ba'da maghrib aku berencana mengantarkan kakak potong rambut. Jadi ruteku adalah masjid-rumah(ganti pakaian)-rumah emak. Kakak memakai jaket hitam dan celana, sedangkan aku hanya memakai kaos dan celana. Waktu di rumah emak, aku melihat jaket hitamku yang dipinjam kakak, aku putuskan untuk memakai jaket tersebut. Dan akhirnya kami kompak memakai jaket hitam. Keren kan? malam mingguan, dua pemuda memakai jaket hitam dan celana. Tapi.......

Dari rumah aku memakai sandal bakiak, yang alasnya semi lancip. Aku terpaksa memakai sandal bakiak karena sandalku (hadiah dari Andah) ada di dapur, gak enak kalau mau ke dapur karena RAME BANGET dan takut ganggu. Pas mau berangkat, kakak malah minta tukeran sandal. Kirain mau tukeran sama sandal yang lebih nyaman dipakai, eh... tak taunya malah ditukar sama sandal bakiak rematik. TAMBAH PARAH!!

"Dek, pakai motor Win ayahmu saja ya?"
"Loh, kenapa tidak memakai motor kakak?". Kujawab dengan polos dan imut-imut.

Motor Win di rumah bukanlah motor pribadi ayah, motor tersebut adalah motor dinas bagi BPD (Badan Perwakilan Desa) di kabupaten Pasuruan.

"Enakan pakai motor Win"
"Iya sudah terserah"

Selama keluar dari kampung, gilanya kakak kambuh. Mungkin kalau dilihat sekilas kayak dia anggota geng motor di film-film. Pakai jaket hitam, celana jeans, resleting jaketnya dibuka, tidak memakai helm,sambil teriak-teriak gak jelas (kayak anak SMA yang baru lulusan), dan waktu menyetir sering lepas tangan. Keren kah?! Tapi, kalau dilihat dari sandalanya, masyaAllah!!!

Untung selama di Pandaan, gilanya kakak tidak kambuh. Kalau kambuh, aku yang bakal malu banget karena jalan di Pandaan ramai sekali disebabkan ada pameran. Aku tak tahu pameran apa. hahahaha.....

Waktu perjalanan pulang, sebelum memasuki kampung halaman sendiri.

"Dek, kemarin kamu tidak pulang waktu kakak pulang bawa temen ya?"
"Tidak, kenapa?"
"Waktu itu kakak bawa ikan besar-besar, beli di Sidoarjo. Ikannya 'kan kuikat di motor bagian belakang"
"Terus jatuh?" Aku penasaran.
"Iya, pas sampai rumah, Aku dan temanku bingung mencari ikannya"
"Terus ketemu?"
"Bentar, 'kan tidak lucu kalau cuma bercerita ikanku hilang terus ketemu"
"Hahahaha.....lucu-lucu banget mas" Aku terpingkal-pingkal.
"Terus aku dan temanku memutuskan untuk mencari ikannya, mungkin saja masih bisa ditemukan. Kamipun mencari, eh... tidak tahunya ikannya ada di tengah jalan di depan pemancingan desa . Padahal jalanan ramai karena pak Lurah merayakan pernikahannya. Gitu iya tidak ada yang mau ambil ikannya"

Aku diam saja, tidak ada yang lucu, lebih lucu kalau ceritanya "Ikanku hilang, terus ketemu" begitu saja.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design