Rabu, 10 Oktober 2012

Kakakku Gila part 1

Sabtu, 06 Oktober 2012. Aku harus pulang karena uang saku sudah habis. Kalaupun uang saku belum habis tetap saja harus pulang karena hari minggu-nya ada acara peringatan 1000 hari wafatnya adik.

Aku pulang ba'da dhuhur (jam 2'an) sebab sebelum dhuhur ada jadwal kuliah. Perjalanan pulang membutuhkan waktu satu setengah jam. Jadi, aku tiba di rumah sekitar jam 03:30 WIB. Di rumah sudah banyak ibu-ibu tetangga yang lagi bantu-bantu masak buat acara keesokan hari. Inilah keuntungan hidup di desa, karena tak ada jajan atau kue yang beli maka para ibu-ibu sekitar rumah saling membantu. Bukan hanya bantu-bantu saja yang membuat istimewa, tapi juga karena bisa saling ngobrol antar ibu-ibu yang membuat ibu-ibu semakin solid.

Karena rumah sedang ramai, aku memutuskan untuk mandi dan sholat di rumahnya emak yang tidak jauh dari rumahku. Di rumah emak ternyata ada kakakku (Paman)yang sedang tiduran di depan TV, aku tak perlu bertanya alasan kakak pulang karena alasannya pasti acara esoh hari. Setelah tegur sapa, aku langsung ngeluyur menuju kamar mandi. Acara di kamar mandi, aku sensor ya?.

Singkat cerita, setelah sholat aku langsung menuju ke depan TV menemani kakak yang sedang main layang-layang (iya sedang nonton TV lah!).
"Ngantuk nih, tadi malam bergadang habis lihat Polisi vs KPK live sampai jam 3 pagi"
"Memangnya ada apa?" (maklum, di kost kan tidak ada TV)
"Polisi kemarin mendatangi KPK untuk menangkap salah satu penyidik KPK yang menangani kasus korupsi simulator SIM, bla....bla...bla...."
"oh, gitu"
"kalau kamu kena tilang, bilang aja 'pak gak tahu berita tadi malam? polisi mau menangkap penyidik KPK yang aslinya polisi karena berani menjadikan tersangka kepala polisi?'"
"memang kakak berani bilang gitu?"
"hehehehe......, ntar temenin potong rambut ke Pandaan ya?"
"iya deh, kapan?"
"Sebentar, aku sholat dahulu"
"Ok, aku juga mau pulang dahulu"

Waktu aku pulang ke rumah, Ayah maenyuruhku menyebarkan undangan acara besok ke semuah rumah yang ada di kampungku. Setelah kupikir-pikir, kayaknya mengantar undangan ini yang lebih diutamakan daripada mengantar kakak potong rambut. Potong rambutnya ditunda juga bisa, kan gak mungkin rambutnya kakak langsung gondrong gara-gara potong rambutnya ditunda tidak sampai sehari.

[bersambung]

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design