Kamis, 09 Agustus 2012

Ayahku Hebat

Kemarin malam aku mengikuti pengajian yang dimana kebanyakan yang datang adalah orang yang sudah tua-tua, yang masih mudah jumlahnya sedikit sekali. Dahulu aku bertanya-tanya 'Kenapa orang-orang tua mengaji? bukankah masa kecil mereka sudah sering mengaji? apa tidak bosan?', tapi aku sekarang sudah tau jawabannya. Jawabannya adalah jika waktu kecil mereka ngaji dengan tujuan untuk mencari tahu, sekarang tujuan mengaji adalah mencari tahu (untuk pengetahuan yang baru) dan pengingat. Bukankah manusia tempatnya lupa? itu sebabnya mereka butuh pengingat.

Kyai menceritakan kisah nabi Ibrahim AS yang disuruh menyembelih nabi Ismail. Sebenarya sudah sering aku mendengarkan kisah tersebut, sampai suatu saat Kyai bilang "Nabi Ibrahim itu bapak yang hebat. Anak sebaik nabi Ismail rela di korbankan demi melaksanakan perintah Tuhan. Beda dengan orang sekarang, anak maksiat kok malah dibelain sampai-sampai berani bayar mahal untuk menebus anaknya yang dipenjara." Di pikiranku langsung teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat aku masih di pondok.
[+_+][+_+][+_+][+_+][+_+]

Beberapa tahun yang lalu di Pondok, tanggal 18 Agustus. Ba'da ashar aku minta antarkan ayah balik ke pondok dan sekalian minta ayah untuk mengijinkan aku yang pulang tanpa izin dari pengurus pondok. Aku minta ke ayah untuk mengijinkan aku ke pengurus pondok biar aku tidak kena sanksi digunduli karena pulang tanpa izin.

Aku pulang tanpa izin bukan tanpa alasan, aku melakukan hal tersebut karena ada peraturan bahwa selama tanggal 17 Agustus tidak boleh ada santri yang pulang. Sedangkan aku mau pulang tanggal 16 Agustus karena Adikku (almarhum) sunat, aku kan juga kangen sama adik-adikku di rumah. Terlebih lagi kangen sama makanannya yang gratis hehehehe....... Maklum, kalau di pondok aku harus beli atau masak kalau mau makan.

Orang tuaku membawakanku 2 kardus penuh berisi jajan sisa acara sunatan. Tentunya bukan jajan yang sudah basi.

Sesampai di pondok, aku dan ayah langsung menuju kamarku. 1 Kardus jajan ayah taruh di kamarku, buat aku katanya. 1 kardus lagi mau dibawah ke kamar pengurus asrama, karena memang biasanya juga begitu tapi bedanya kali ini ayah sendri yang memberikan. Setelah ayah ngobrol dengan beberapa teman kamarku yang sebagian adalah anak teman ayahku, ayah langsung mengajak ke kamar pengurus asrama.

Ternyata yang ada di kamar pengurus asrama adalah para pengurus asrama yang sering main ke kamarku karena di kamarku ada teman sekolahnya. Ayah pun langsung salam  kepada mereka. Setelah salamnya terjawab ayah langsung mengungkapkan tujuannya.

"Saya ke sini karena mau mengasih tahu kalau anak saya kemarin pulang tanpa izin, dan katanya memang tidak boleh pulang. Anak saya pulang karena adiknya sunat." Lega sekali dadaku mendengar ayah bilang begitu. Para pengurus hanya angguk-angguk mendengarkan ayah bicara.

"...dan kalau mau dihukum, hukum saja sepantasnya dengan pelanggaran yang dilakukan karena anak saya memang salah." lanjut ayahku. "apa?! kenapa ayah malah bilang begini?" keluhku dalam hati. Aku pun pasrah dengan keadaanku. Padahal aku minta ayah mengijinkanku kayak orang tua santri-santri lainnya yang malah membela anaknya. Dan para pengurus masih angguk-angguk kayak sebelumnya sambil tersenyum.

Setelah ayah pulang, puji Syukur pada Allah SWT karena aku tidak jadi kena sanksi dari pengurus asrama.

[+_+][+_+][+_+][+_+][+_+]

Di tempat pengajian, aku hanya bisa menatap punggung ayahku yang duduk di bagian depan. Aku sadar betul, selama ini ayah tidak pernah membelaku di saat aku salah. Memang aku terkadang iri dengan anak-anak yang lain, yang selalu dibela orang tuanya. Tapi sekarang aku sadar ayahku melakukan semua itu karena ayahku adalah ayah yang hebat.

2 komentar:

Andyka Musfi Abdillah mengatakan...

Pernah dulu membuat sang Ayah meneteskan air mata,
euhhhh, nyesek banget hati saya :-(

salam

Celenganthropus mengatakan...

hem.....

salam juga

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design