Jumat, 06 Juli 2012

Pantai Identik dengan Santai?

Akhir-akhir ini aku sering mendengar kalimat "lagi santai kayak di pantai", mungkin kalimat ini sudah kayak bom virus yang dampaknya sudah mencapai seluruh sendi-sendi kehidupan -Ah lebay deh-. Jika ditanya kapan pertama kali kamu mendengar kalimat ini? Sebenarnya di tahun 2009 dahulu aku sudah sering mendengarnya dari sebuah lagu milik Melanie Subono, kalau tidak salah judulnya "Gue Lagi Gampang" (maaf kalau salah soalnya tidak sempat browsing :D), yang aku ingat urutan liriknya begini "gue lagi santai kayak di pinggir pantai, gue lagi senang kayak bisa tebang". Mungkin susunan kata dalam kalimatnya berbeda, tapi maksut dan tujuannya sama yaitu mengidentikkan suasana pantai jika lagi santai.
 

Terus ada apa dengan kalimat itu? Ada yang salah? Tidak ada yang salah, hanya mau kasih tahu saja kalau kalimat itu tidak selamanya benar. Kalau kamu tidak mau aku kasih tahu ya sudah jangan lanjutkan membacanya. *Ih Celengan marah. SAPA YANG MARAH?!. Tuh kan marah pakai membentak segala. INI BUKAN MARAH, HANYA MAU MEMASTIKAN KALAU AKU TIDAK MARAH!. Bilang saja kalau marah cel, ngapain orang yang tidak mau kamu kasih tahu tidak boleh melanjutkan membaca?. Kalau membacanya dilajutkan itu tandanya kamu mau aku kasih tahu, sudah ah jangan banyak komen, aku mau melanjutkan menulisnya.*


Oke kita lanjutkan lagi pembahasannya, kenapa kalimat itu tidak selamanya benar? dikarenakan kita tidak bisa bersantai di pantai waktu patainya tsunami. Hayo siapa yang mau bersantai-santai di panti waktu tsunami? pasti tidak ada, kecuali orang-orang yang pasrah dengan hidupnya. Dan ada juga satu pantai yang tidak pernah bisa dibuat bersantai, kasih tahu gak yah? kasih tahu saja ah. Di Indonesia ternyata ada salah satu pantai yang tidak pernah bisa buat tempat bersantai, dan pantainya tidak terlalu jauh dari rumahku. Nama patainya adalah "Pantai LPL (Lumpur Panas Lapindo)", padahal turis-turis pergi ke pantai buat berjemur, kenapa tidak berjemur ke pantai LPL saja? di sana loh panasnya pas buat berjemur. :D Kalau mau kulitnya cepat hitam juga tinggal mandi menggunakan air pantai. Di jamin cepat hitam!.

Jadi, tidak selamanya pantai identik dengan hal-hal santai. Akhir-akhir ini aku sering mendengar kalimat "lagi santai kayak di pantai", mungkin kalimat ini sudah kayak bom virus yang dampaknya sudah mencapai seluruh sendi-sendi kehidupan -Ah lebay deh-. Jika ditanya kapan pertama kali kamu mendengar kalimat ini? Sebenarnya di tahun 2009 dahulu aku sudah sering mendengarnya dari sebuah lagu milik Melanie Subono, kalau tidak salah judulnya "Gue Lagi Gampang" (maaf kalau salah soalnya tidak sempat browsing :D), yang aku ingat urutan liriknya begini "gue lagi santai kayak di pinggir pantai, gue lagi senang kayak bisa tebang". Mungkin susunan kata dalam kalimatnya berbeda, tapi maksut dan tujuannya sama yaitu mengidentikkan suasana pantai jika lagi santai.

Terus ada apa dengan kalimat itu? Ada yang salah? Tidak ada yang salah, hanya mau kasih tahu saja kalau kalimat itu tidak selamanya benar. Kalau kamu tidak mau aku kasih tahu ya sudah jangan lanjutkan membacanya. *Ih Celengan marah. SAPA YANG MARAH?!. Tuh kan marah pakai membentak segala. INI BUKAN MARAH, HANYA MAU MEMASTIKAN KALAU AKU TIDAK MARAH!. Bilang saja kalau marah cel, ngapain orang yang tidak mau kamu kasih tahu tidak boleh melanjutkan membaca?. Kalau membacanya dilajutkan itu tandanya kamu mau aku kasih tahu, sudah ah jangan banyak komen, aku mau melanjutkan menulisnya.*


Oke kita lanjutkan lagi pembahasannya, kenapa kalimat itu tidak selamanya benar? dikarenakan kita tidak bisa bersantai di pantai waktu patainya tsunami. Hayo siapa yang mau bersantai-santai di panti waktu tsunami? pasti tidak ada, kecuali orang-orang yang pasrah dengan hidupnya. Dan ada juga satu pantai yang tidak pernah bisa dibuat bersantai, kasih tahu gak yah? kasih tahu saja ah. Di Indonesia ternyata ada salah satu pantai yang tidak pernah bisa buat tempat bersantai, dan pantainya tidak terlalu jauh dari rumahku. Nama patainya adalah "Pantai LPL (Lumpur Panas Lapindo)", padahal turis-turis pergi ke pantai buat berjemur, kenapa tidak berjemur ke pantai LPL saja? di sana loh panasnya pas buat berjemur. :D Kalau mau kulitnya cepat hitam juga tinggal mandi menggunakan air pantai. Di jamin cepat hitam!.

Jadi, tidak selamanya pantai identik dengan hal-hal santai. Akhir-akhir ini aku sering mendengar kalimat "lagi santai kayak di pantai", mungkin kalimat ini sudah kayak bom virus yang dampaknya sudah mencapai seluruh sendi-sendi kehidupan -Ah lebay deh-. Jika ditanya kapan pertama kali kamu mendengar kalimat ini? Sebenarnya di tahun 2009 dahulu aku sudah sering mendengarnya dari sebuah lagu milik Melanie Subono, kalau tidak salah judulnya "Gue Lagi Gampang" (maaf kalau salah soalnya tidak sempat browsing :D), yang aku ingat urutan liriknya begini "gue lagi santai kayak di pinggir pantai, gue lagi senang kayak bisa tebang". Mungkin susunan kata dalam kalimatnya berbeda, tapi maksut dan tujuannya sama yaitu mengidentikkan suasana pantai jika lagi santai.

Terus ada apa dengan kalimat itu? Ada yang salah? Tidak ada yang salah, hanya mau kasih tahu saja kalau kalimat itu tidak selamanya benar. Kalau kamu tidak mau aku kasih tahu ya sudah jangan lanjutkan membacanya. *Ih Celengan marah. SAPA YANG MARAH?!. Tuh kan marah pakai membentak segala. INI BUKAN MARAH, HANYA MAU MEMASTIKAN KALAU AKU TIDAK MARAH!. Bilang saja kalau marah cel, ngapain orang yang tidak mau kamu kasih tahu tidak boleh melanjutkan membaca?. Kalau membacanya dilajutkan itu tandanya kamu mau aku kasih tahu, sudah ah jangan banyak komen, aku mau melanjutkan menulisnya.*


Oke kita lanjutkan lagi pembahasannya, kenapa kalimat itu tidak selamanya benar? dikarenakan kita tidak bisa bersantai di pantai waktu patainya tsunami. Hayo siapa yang mau bersantai-santai di panti waktu tsunami? pasti tidak ada, kecuali orang-orang yang pasrah dengan hidupnya. Dan ada juga satu pantai yang tidak pernah bisa dibuat bersantai, kasih tahu gak yah? kasih tahu saja ah. Di Indonesia ternyata ada salah satu pantai yang tidak pernah bisa buat tempat bersantai, dan pantainya tidak terlalu jauh dari rumahku. Nama patainya adalah "Pantai LPL (Lumpur Panas Lapindo)", padahal turis-turis pergi ke pantai buat berjemur, kenapa tidak berjemur ke pantai LPL saja? di sana loh panasnya pas buat berjemur. :D Kalau mau kulitnya cepat hitam juga tinggal mandi menggunakan air pantai. Di jamin cepat hitam!.

Jadi, tidak selamanya pantai identik dengan hal-hal santai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design