Senin, 23 Juli 2012

Jelajah Pasar

Pasuruan, 19 Juli 2012. Waktu menunjukkan pukul 09:00 WIB, aku sedang berada di perjalanan menuju pasar Pandaan. Tujuan utamaku adalah menukarkan HP, tentunya bukan HP pemberian orang tua karena itu amanah dari orang tua. Alasanku mau menukar Hp adalah karena kemarin aku melihat HP jadul yang aku punya di pasar tersebut dijual dengan harganya Rp75.000 belum ditawar, padahal setahun yang lalu harga aku membelinya kurang dari Rp.200.000. Sebelum harganya belum turun lagi, aku berniat menukarkannya. Aku berniat menukarkannya dengan yang sedikit lebih canggih, dan sedikit lebih cepat kalau di pakai online.

Tidak lebih dari 15 menit aku sudah sampai di Pasar Manok (Burung) yang berada di Pandaan. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa mau menukar HP malah ke pasar burung? Sebenarnya aku tidak tahu sejarah nama pasarnya, karena sekarang di pasar tersebut yang menjual burung hanya beberapa kios saja, selebihnya adalah penjual VCD (bajakan), HP, pakaian bekas, pakaian baru, makanan, buku,  dll. Ada juga penjual barang-barang loak yang mengelilingi Pasar Manok.


Setelah aku berkeliling pasar melihat HP di kios-kios penjual HP, ternyata tidak kutemukan HP yang pas di hati (cielah).

Saat berjalan-jalan mencari HP, aku melihat kerumunan di sebelah kios HP. Kerumunannya rame sekali. Karena penasaran, aku pun berjalan menghampiri kerumunan tersebut. Ternyata yang dikerumuni adalah seorang penjual ular atau tukang ramal karena yang kulihat dia meramal garis tangan penonton dan disamping dia ada beberapa toples dan karung yang berisi ular, sedangkan di depannya ada pajangan foto-foto ular.

Selesai mencari HP, aku mulai ke kios-kios penjual pakaian bekas. Kurasa 40% dari penjual di Pasar Manok adalah penjual pakaian bekas. Saat berjalan diantara kios-kios aku memerhatikan dua orang yang mencuri perhatianku. Mereka adalah penjual dan pembeli yang tawar menawar harga sebuah jumper bekas.

Oiyah, di Pasar Manok pembeli harus bisa menawar walau harga yang ditawarkan penjual juga sudah miring, kalau tidak menawar bakal menyesal. Kecuali kalau pembelinya memang sudah puas dengan harga yang ditawarkan.

"Berapa ini pak?"
"30"
"10 ya?"
"25 saja"
"Adanya hanya 10"
"Tadi ada uang 5 ribuan gitu"
"yah sudah kalau tidak boleh"

Akting yang biasa dilakukan pembeli setelah penawarannya ditolak adalah meninggalkan pembelinya. Dan itu biasanya berhasil, tapi beda dengan pembeli ini, dia bukannya  meninggalkan penjualnya tapi malah milih-milih pakaian yang lain.

"ya suddah ini"
"10 kan pak"
"iya"

Dan ternyata pembeli tersebut berhasil dengan penawarannya. Walau penawarannya lebih dari 50% harga yang ditawarakan penjual.

Setelah tidak ada yang menarik, aku pun berniat keluar dari Pasar Manok. Setelah keluar dari pasar, aku bingung antara langsung pulang atau menukarkan HP dahulu. Sekitar 5 detik berpikir, aku ingat hari ini adalah hari kamis jadi aku langsung memutuskan ke Pasar Kemisan di Sukorejo.

Pasar Kemisan seperti namanya pasar ini adanya di hari kamis saja. Penjual utama di pasar ini adalah penjual sapinya, walau juga ada penjual burung, kelinci, ayam, pakaian, dll. Beda dengan Pasar Manok di pandaan, di pasar ini pengunjungnya ramai sekali. Dan kalau berjalan di tempat para penjual sapi, diharapkan mata tetap fokus pada jalan karena kalau tidak fokus bisa menabrak sapi atau pedet atau juga bisa menginjak kotoran sapi. Tidak lucu kalau pulang-pulang sandalku bawa kotoran sapi.

Selebihnya aku tidak tahu seluk-beluk Pasar Kemisan karena seumur hidup aku hanya beberapa kali ke sana.

Sesampai di Pasar Kemisan, aku langsung keliling mencari-cari Hp untuk kutukarkan dengan HP milikku. Tapi sekali mengelilingi pasar, belum aku temukan kios penjual HP, yang ada hanya penjual batre HP. Setelah aku ulang lagi berkeliling, ternyata di kios penjual batrei juga jualan HP, tapi hanya ada 2 HP yang dijual. Karena aku tertarik dengan salah satu HP tersebut. Harganya Rp.130.000 dan masih bisa di tawar kata penjualnya. Aku langsung mengutarakan maksud untuk menukar HP, dan tidak butuh waktu lama untuk sepakat.

Setelah mendapatkan HP, aku langsung pulang tanpa keliling terlebih dahulu. Dari pada aku menelan luda terus kalau lihat burung dan kelinci karena ingin memeliharanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design