Rabu, 06 Juni 2012

Masalah Tidak Datang Tanpa Alasan


Malang, 05 Juni di waktu sore. Aku ada janji dengan Ziza di kampus untuk mengambil materi buat MP (Media Pembelajaran). 1 menit sebelum waktu yang di sepakati Ziza sudah SMS ke aku, dia menanyakan apakah aku sudah ada di kampus atau belum. Aku jawab saja belum karena memang aku sedang ganti baju.

Aku menyadari kalau 1 menit tidak akan cukup untuk perjalanan ke kampus, kecuali menaiki Buroq. Dan aku bukanlah manusia yang bisa tetap bersikap santai ketika dalam posisi terlambat, karena lingkungan di kampungku selalu mengajari untuk tidak pernah terlambat. Wajar kalau aku tergesa-gesa untuk berangkat ke kampus.

Sebelum berangkat ke kampus, aku cek dahulu barang-barang yang harus aku bawah. Flashdisk untuk meng-copy materi dari Ziza=ada, kunci motor=ada, uang buat beli kabel=ada. Karena semuanya sudah lengkap, aku langsung berangkat ke kampus.

Sesampai di kampus, aku langsung menuju ke tempat yang telah kami sepakati. Ternyata Ziza tidak berada di tempat janjian, karena aku tidak bisa telepati maka aku SMS dia. Beberapa detik menunggu balasan SMSnya, akhirnya ada balasan juga. "Aku di belakangmu" begitu isi SMS balasan darinya. Tanpa pikir panjang, aku langsung menggerakkan kepalaku berputar melawan arah jarum jam. OH!, ternyata dia beneran ada di belakangku. Entah dia memakai jurus apa, padahal sebelumnya tadi tidak ada dia di belakangku. Mungki dia tadi menunggu di dalam salah satu gedung kampus, dan baru keluar setelah mendapatkan SMS dariku.

Aku pun langsung turun dari motor, dan langsung melangkahkan kaki menuju  ke tempat dia berdiri menungguku.
"Lem, materinya besok saja yah?, ini buatmu" menyerahkan plastik hitam yang di dalamnya ada beberpa snack, aku tahu isinya karena plastiknya transparan.
"Apa-apan ini?, ogah ah" bukan karena aku tidak mau, tapi karena aku merasa tidak enak. Masak ke teman saja, minta imbalan.

Setelah beberapa menit dipaksa (dirayu) dia, akhirnya aku menerima juga. :D

Aku langsung meninggalkan dia, tentunya sebelumnya berterima kasih dahulu ke dia yang telah memberikan beberapa snack. Sejak kecil ibuku selalu mengajariku untuk berterima kasih kepada orang yang telah memberiku.

Saat perjalanan menuju ke gerbang kampus, sambil mengemudi tangan kiriku merogoh saku celana bagian kiri di belakang untuk mengambil STNK. Tanganku merasakan kalau tidak ada dompet di saku tersebut, padahal STNKnya ada di dalam dompet. Kuparkirkan motorku di depan gedung fakultas SAINS dan Teknologi, lalu aku turun untuk lebih leluasa mencari keberadaan dompetku. Ku cari di saku kemeja, saku celana bagian depan dan belakang, tetap saja tidak kutemukan keberadaannya. Ini berarti dompetku ketinggalan di kamar kost.

Tanpa pikir panjang lagi, karena memang tidak perlu ada yang dipikirkan. Aku langsung jalan kaki ke kost untuk mengambil dompet. Setelah sampai di kost, ternyata benar dompetku ketinggalan di kamar kost. Dompet segera kumasukkan ke dalam saku kiri belakang celanaku, dan aku langsung balik ke kampus untuk mengeluarkan motorku dari kampus.

Selesai mengeluarkan motorku lewat gerbang belakang, aku langsung menyusuri jalan di belakang kampus untuk mencari toko yang menjual kabel karena seingatku di belakang kampus ada toko ya ng menjual kabel. Sesampai di samping toko yang kumaksud, aku harus merasakan sesak di dada karena toko tersebut tutup. Ah lebay, tidak usa di pikirkan, toh masih banyak toko yang jual kabel.

Setelah mengingat-ingat, aku menemukan ingatan kalau di deket perempatan Dinoyo ada beberapa toko yang menjual kabel. Dengan santai motor kuarahkan menuju salah satu toko yang menjual kabel. Karena kulihat banyak motor yang parkir di depan toko tersebut, aku urungkan niatku untuk beli kabel di situ, aku ganti ke toko yang agak jauh dari toko tersebut karena di sana juga menjual kabel. Untuk ke toko yang ke dua, aku harus melewati perempatan, dan aku ragu untuk melewati perempatan karena aku tidak pakai helm.

Dengan pelan-pelan aku membawa motornya, karena takut kalau ada polisi bisa berabeh. Sekitar 10 meter dari perempatan, tiba tiba muncul polisi dari toko di pinggir perempatan ke tengah jalan untuk  memberhentikan laju motorku. Karena aku orangnya tidak 'neko-neko', langsung saja aku menghentikan motorku.
"Mana helmnya?" tanya polisi.
"Ke sini ae loh pak"
"Mana helmnya?"
"Mau beli kabel, ke sini loh pak"
"Ditanya mana helmnya kok!"
"Di kost pak"
"Kostmu di mana?"
"JL.Joyo Suko"
"Oh...jauh, surat-suratnya lengkap?"
"Lengkap pak, ini" aku menyerahkan STNK.
"Kuliah semester berapa?" sambil tangan kirinya menadah.
"Enam pak" sambil menaruh SIM ke tangan kirinya.
"Iya sudah, untuk kali ini aku kasih teguran dan sekarang kamu ambil Helm  dan surat-suratmu aku pegang. Kutunggu 15 menit, lebih dari 15 menit kukirim ke polres"

Tanpa berpamitan, aku langsung menuju ke kost untuk mengambil helm. Di beberapa titik jalan yang kulewati jalannya macet. Diperjalanan aku berpikir "bagaimana kalau aku kembali lebih dari waktu yang diberikan? Ah masa bodoh, ngapain dipikirkan? yang penting itu ambil helm dan kembali ke polisi yang memegang surat-suratku".

Setelah aku mengambil helm, dengan tergesa-gesa aku segera ke perempatan Dinoyo untuk mengambil surat-suratku. Sekitar 8 menit perjalanan dari kost ke perempatan Dinoyo. Sesampai di perempatan aku memarkir motorku di antara dua motor milik polisi. Setelah tolah-toleh ternyata pak polisi yang tadi mengambil surat-suratku tidak ada.
"Berat memakai helm?" sambut sala satu polisi.
"Hehehe..."
"Semester berapa?"
"Enam pak"
"Semester tua kok masih melanggar mas"
"Hehehehe...."
"Untuk kali ini, cuma peringatan saja. Kalau nanti masih melanggar, langsung saya tilang"
"oke pak"

Aku menerapkan ilmu yang pernah kubaca di salah satu buku. Jika bersalah, mengaku saja, dan jika tidak ingin berdebat, setujui saja apa yang orang lain katakan.

"Tulis nama dan tanda tangan di sini" sambil menyodorkan surat teguran.

Aku segera menandatanganinya dan menuliskan namaku. Dan kamipun melaksanakan serah terima STNK dan SIMku.

Sebenarnya aku tidak akan punya masalah jika aku memeriksa barang-barang dan memakai helm. Ternyata benar, masalah itu tidak datang tanpa alasan, tapi aku saja yang mencari-cari masalah.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design