Jumat, 15 Juni 2012

Kerja

Mulai senin kemarin aku kerja di percetakan, tentunya kerjaku bukan cetak-mencetak, walaupun aku sebenarnya juga ingin belajar di cetak-mencetak. Aku bekerja di bagian desain grafis, itu isi kalimat di lowongan pekerjaan yang membawaku bekerja.

Tapi ternyata, di sana tugasku bukan hanya menjadi seorang desain grafis. Tapi juga menjaga konter HP, dan toko percetakan. Kenapa aku bilang toko percetakan? ini karena tempatku bekerja ini bukanlah tempat percetakan. Di sini peralatan cetaknya hanya 2 printer, 1 buah pemotong ID Cart, 1 buah pemotong kertas, dll. Yang jelas, di sini maksimal hanya bisa mencetak ID Cart, kalau kayak banner, kaos, mug, dll aku masih belum tahu dicetak dimana.

Hari pertama kerja aku kaget karena yang punya toko malah meninggalkan aku sendirian di toko. Kalau jaga saja sih enak, ini juga jaga konter HP yang pastinya juga melayani jual beli pulsa. Padahal aku tidak pernah tahu cara mengisi pulsa, ini gara-gara Andha yang tidak pernah ngebolehin aku isi pulsa sendiri dengan alasan takut aku mengisi pulsa lebi dari nominal yang aku beli.

Hari pertama aku mendapat tugas membuat 3 logo, karena aku terlalu kreatif (hohohohho.....). Membuat 1 logo saja memakan waktu 6 jam, dan itupun hasilnya jelek sekali. Di saat sedang pusing-pusingnya membuat logo, ada seorang bapak yang mampir ke toko.

"pulsa buat flexi ada?"
"ada pak"

Aku langsung mengambil HP yang mau kupakai untuk mengisi pulsa. Dan setelah mendapatkannya aku mencari kertas keramat yang berisi tata cara mengisi pulsa.

"Bentar iya pak? soalnya tidak pernah mengisi pulsa"
"kalau gitu tidak jadi deh dek"
"kenapa pak?"
"Lah katanya tidak pernah mengisi pulsa gitu"

Bapaknya meninggalkanku begitu saja tanpa beban. Padahal aku terbebani karena merasa terhina dengan perlakuan si bapaknya. Lebay deh....

Saat siang toko didatangi cewek, jantungku berdisko kencang sekali. Bukan karena aku terpesona dengan cewek tersebut. Tapi, karena takut tidak bisa melayani dengan baik kayak ke bapak tadi.

"Mas, bisa servis HP?"
"Waduh,  saya tidak bisa mbak"
"Tapi di banner depan itu ( sambil menunjuk ke banner depan toko) kok ada tulisannya 'terima servis HP'?"
"Mana mbak?"
"itu loh"
"Mana si mbak?"
"Itu loh di depan toko"
"depan toko kan pohon mbak, tidak ada banner"
"Maksutku samping dikit, jangan lihat ke lurus ke depan"
"Oh...iya, ya mbak?"
"Terus bagaimana ini mas?"
"kapan-kapan balik lagi ya? Masnya (yang punya toko) lagi keluar nih"
"Kapan baiknya mas?"
"Tidak tahu, dari tadi pagi keluarnya"

Dengan perasaan menyesal, cewek tersebut meninggalkan daku sendirian di toko yang sepi. Hari pertama kerja malah menolak rezqi.

Setelah kedua kegagalan melayani 2 konsumen, akhirnya aku bertekad untuk mencoba menjual pulsa, di hari pertama itu juga akhirnya aku berhasil melayani orang yang beli pulsa. Dan sekarang pun aku terus mengasah kemampuan untuk melayani para pembeli pulsa.

1 komentar:

Baggor XIV mengatakan...

wuih keren, sekarang dah jadi desainer yang dibayar.

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design