Kamis, 17 Mei 2012

Alasan Datang Terakhir, dan Pulang Dahuluan dari Masjid

Kurasa kalian sudah familiar dengan kalimat "datang akhir, pulangnya dahuluan" atau kalimat sejenis itu. Kalimat itu paling sering terdengar waktu ke Masjid.

Sering sekali tetanggaku bilang begitu kepadaku. Maklum lah aku kan bukan mua'dzin yang datangnya paling awal dari pada jama'ah lainnya. Dan aku adalah orang yang paling benci menunggu, bukan karena aku tergesa-gesa mau pergi kemana atau mau ada urusan, tapi karena aku paling benci untuk tidak melakukan apa-apa. Bukankah disaat menungguh kebanyakan kita harus diam?. Oleh sebab itu aku malas datang dahuluan, karena takut bakal menunggu sang imam. iya kalau menunggunya satu atau dua menit, kalau sejam?!.

Alhamdulillah akhir-akhir ini aku temukan pelampiasan jika aku terpaksa menunggu, pelampiasan-nya adalah main game Sudoku di HP-ku. Tidak terasa sekarang sudah sampai ke level 98 dari 100 level yang ada.

Oke, kembali lagi ke pembahasan judul tulisan ini. Sebenarnya tulisan ini dibumbui rasa membela diri dari tuduhan para tetanggaku. Tapi tak apalah, karena di dalam tulisan ini juga ada pengetahuannya (atau alasanku saja).

Alasanku kalau datang terlambat itu sudah dijelaskan di atas, sekarang waktunya aku memberi tahu apa alasanku pulang paling dahuluan. Sekarang coba perhatikan huruf-furuf ini "ABCDEFGHIJKLMNO", jangan lupa membacanya dari sebelah kiri. Kalian pasti bingung untuk apa huruf-huruf tersebut, oke akan aku jelaskan maksud huruf-huruf tersebut. Huruf-huruf tersebut di-ibaratkan dengan para jama'ah, yang paling kiri adalah jama'ah yang datangnya paling awal dan yang paling kanan adalah jama'ah yang datangnya paling akhir.

Jika sholat+dzikirnya sudah selesai, otomatis sebagian besar jama'ah akan pulang. Kalian pasti tahu antrian pulang kan? bagaimana jika orang yang paling belakang atau yang di-ibaratkan dengan huruf "O" malah tetap duduk saja?! padahal tempat duduk "O" adalah jalan buat keluar, otomatis si "O" menghalangi orang-orang lain untuk pulang kan?. Itu dia alasanku, aku tidak mau menjadi penghalang jama'ah lain  untuk pulang. :D

Selain itu pula, jika huruf-huruf di atas dianggap sandal para jama'ah, yang sebelah kanan adalah sandal yang datang dahuluan dan yang kiri adalah sandal jama'ah yang datang terakhir. Jika sandal "A" yang pulang dahuluan, pasti dia akan menginjak-injak sandal "BCDEFGHIJKLMNO". Yang jadi masalah bukan karena di-injaknya, tapi karena bakal kotor. Dan yang paling parah adalah jika sandal "A" waktu perjalanan berangkat ke Masjid menginjak tahi ayam, lalu pulangnya menginjak sandal "BCDEFGHIJKLMNO". Apa yang ada rasakan jika sandal anda kena injak sandal "A" dan tahinya membekas di sandal anda?!. Itu sebabnya teman, lebih baik sandal jama'ah yang datang terakhir yang pulang dahuluan, selain sandal-nya tidak saling injak, juga membuat si kaki pemilik sandal "O" juga bersih karena sandal "ABCDEFGHIJKLMN" menjadi jembatan menuju sandal "O". Sandal tidak kotor, kaki juga tidak kotor deh.


Sudah bingung nih, aku sudain saja menulisnya. Maaf jika ada pembaca yang pusing waktu membaca tulisan ini, namanya juga di kategori 'bingung'.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design