Selasa, 28 Februari 2012

Tidurku Diganggu Air

Minggu 26 februari 2012  sekitar jam 12 siang di Malang. Saat sinar matahari sedang ganas-ganasnya menggigit kulit manusia, Andha megajak balik dari belaja karena sudah capek berkeliling dari pagi. Aku menolaknya karena aku tak mau kulitku merah digigit sinar matahari yang ganas. Tapi apa boleh buat, aku tetap menurut saja karena aku tidak siap berantem siang ini, capek. Setelah mengantar Andha, aku langsung balik ke kost. Aku langsung berjalan balik ke kost tanpa semangat walau sinar matahari yang ganas sedang dijinakkan oleh sang mendung.

Sesampai di kost aku langsung sholat dhuhur karena aku berencana akan tidur sampai sore. Setelah sholat aku langsung bersiap-siap untuk tidur. Jack yang sedari tadi menghadapi laptop, akhirnya berangkat mandi. Setelah melihat jack berangkat ke kamar mandi, aku langsung tidur.

Di saat aku menikmati tidurku, aku merasakan ada air yang menggodaku dan aku langsung terbangun dari tidurku. Kukira Jack yang dari kamar mandi memercikkan air yang sisa mandinya ke aku. Ternyata dugaanku salah (maka dari itu jangan sering su'udzon aja), air tersebut masuk dari fentilasi kamar kostku. Ternyata di luar kost lagi hujan. Kuamati fentilasi kamarku, banyak air yang masuk ke kamar karena arah angin di luar kost sedang menuju ke utara, dan fentilasinya berada di selatan. Jadi air yang dari selatan langsung masuk ke kamarku melewati lubang-lubang fentilasi. Tembok di bawah lubang fentilasi seperti jadi tempat mengalirya air hujan. Dan airnya ada yang berloncat-loncatan hingga tidak jatuh tepat di bawah fentilasi, dan air yang berlocat-loncatan ini yang membuatku terbangun dari tidurku.

Di lantai yang tepat di bawah fentilasi, air mulai menggenang. Meskipun kedalamanya tidak lebih dari 1 cm, tapi melebar ke mana-mana. Beberapa barang yang berada tepat di bawah fentilasi harus kupindahkan meskipun sudah terlambat karena aku bangun tidur waktu air sudah menggenang. Setelah memindahkan barang-barang, aku mencoba tidur lagi. Ternyata tidak bisa tidur, karena tempat posisi kakiku sudah ada genangan air. Aku langsung mencari-cari plastik untuk menutup lubang-lubang fentilasi. Karena kekurangn plastik, aku memakai plastik yang di dalamnya ada sisa bungkusan nasinya jack walau sang plastik bau sisa lauk.

Siang ini terganggu tidurku karena air, dan semoga tidak terulang lagi. Dan jangan sampai suatu saat tidurku terganggu oleh api!.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design