Sabtu, 21 Januari 2012

Hidungku Pesek?

Mengaku atau tidak mengaku tetap saja hidungku memang pesek. Jujur aku memang tidak mau mengaku tapi apa daya, hampir semua orang yang kutemui bilang begitu walau aku tidak meminta pendapat mereka tentang hidungku. Sebegitu parahkah hidungku? hingga semua orang memberitahuku karena prihatin dengan hidungku yang pesek.

Padahal menurut sejarah kehidupanku, hidungku sekarang lebih mancung daripada waktu bayi. Kata nenek "dahulu hidungku itu tidak ada, sampai-sampai nenek harus tarik-tarik biar hidungmu ada". Saya benar-benar prihatin sekali pada diriku waktu bayi, betapa menderitanya saat itu karena seharunya bayi itu diperlakukan dengan lembut bukan malah hidungnya ditarik-tarik.

Sering sekali orang-orang mengejek orang yang hidungnya pesek. Aku tidak tahu kenapa mereka mengejek begitu. Padahal mereka juga tidak bersalah. Andai dahulu waktu sebelum dilahirkan aku boleh meilih hidung, aku bakal memilih hidung yang sempurna. Tapi, tak apalah aku pesek begini karena dengan hidung yang pesek begini aku bisa berhemat menghisap udara dan itu artinya hidungku 'GO GREEN'.

Keuntungan lainnya selain go green adalah hidung pesek menandakan orang tersebut jujur. Karena Pinokio hidungnya akan panjang kalau dia berbohong dan hidungnya akan pesek kalau dia jujur. Dengan bercermin pada cerita Pinokio saya bisa mengambil kesimpulan kalau orang berhidung pesek adalah orang-orang yang jujur.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design