Senin, 03 Oktober 2011

Ulang Tahun

    Masa kecilku, aku tak pernah melihat lilin ulang tahun, maklum orang dusun (bagian kecil dari desa). Di dusunku hanya orang-orang yang ber-ekonomi kelas tinggi yang merayakannya, biasanya yang rumahnya lantainya lebih dari satu dan punya mobil. Kalau orang yang bukan dari perekonomian kelas tinggi biasanya mengadakan selamatan, itupun dengan jamuan nasi dan lauk-pauk seadanya.

    Jika di tanya 'pernahkah merayakan ulang tahun?' jawabanya 'TIDAK PERNAH'. Aku ingat kata kyai yang pernah ceramah di pondok dulu 'wong tuwone kerjone nang sawah, kok njalok ngerayakno ulang taon (orang tuanya kerja di sawah, kok minta ngerayakan ulang tahun)'. Memang kalau dipikir-pikir benar juga, seharusnya kita mengerti kondisi keluarga kita bukan malah membebani keluarga kita.

    Kalau memang mampu dan ingin merayakan ulang tahun, yang muslim lebih baik menggunakan perhitungan kalender Hijriyah. Begitu kata pak Yani, wali kelasku pas kelas XII.

    Beberapa tahun yang lalu, aku pernah di undang menghadiri pesta ulang tahun. Tapi aku tak datang karena bagiku itu tidak terlalu penting dan masih banyak alasan untuk tidak menghadirinya. Hasilnya, aku dimusuhi gara-gara tidak hadir di pesta ulang tahun tersebut. Selidik-punya selidik, ternyata keluarga tersebut mengangggap sangat penting pesta ulang tahun. Maklum saja kalau aku dimusuhi karena tak hadir ke pesta ulang tahun keluarga mereka. Sejak kejadian itu aku mencoba selalu hadir jika di undang siapapun.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design