Rabu, 28 September 2011

Tulisan Tangan Apa Kode Rahasia

    Kapan kalian terakhir menulis tangan beberapa halaman? kalau aku waktu masih sekola dahulu. Sekarang aku sudah malas untuk menulis tangan. Lagian kalau menulis tangan, tulisanku terlalu indah untuk bisa dibaca. Hanya beberapa orang yang matanya masih awas yang bisa membaca tulisanku. Yang matanya tidak awas bakal mengira tulisanku adalah kode-kode rahasia atau paling parah dikira bekas jejak kaki ayam yang tadi berseliweran di atas buku.
    Mengenai tulisan tanganku yang indah, aku tak tau kenapa bisa begitu. Padahal ketika baru bisa menulis, aku sudah langsung hobi menulis diatas udara saat berjalan. Hingga banyak orang yang bertanya alasan kenapa aku kayak orang gila saat berjalan. 

    Guru-guru waktu SD dahulu juga pada heran, padahal tulisan ayahku sangat-sangat bagus. Yang kebetulan ayahku juga bekerja di SD tersebut. Kalau ada orng bilang 'buah jatuh tak jauh dari pohonnya', mungkin aku adalah buah dari pohon beringin yang dibawa burung ke sarangnya dan jatuh ditengah perjalanan. Jadi, jatuhku tak di bawah pohon ayah.

    Entah sudah berapa kali aku dihina masalah tulisan tanganku, guru, teman, dan pacar semuanya pernah menghina tulian tanganku. Pernah suatu saat guru bahasa inggrisku memamerkan tulisanku ke seluruh teman-teman di kelas dengan mengejek. Memang saat itu guru tersebut baru mengetahui tulisan tanganku, tapi tak seharusnya guru memamerkannya karea bisa membuat siswa yang tulisannya indah jadi malas sekolah karena malu dengan tulisan tangganya. Sakit banget hatiku, ingin kulaporkan ke DPTI (Dewan Perwakilan Tulisan Indah) tapi kuurungkan niatku karena DPTI semua sibuk suap-suapan dodol khas ibu kota. Aku jadinya pasrah dengan hinaan-hinaan yang hinggap ke tulisanku.

    Suatu saat pernah teman-teman dekatku ngobrol masalah cara penulisan mereka, "Aku kalau menulis ditengah-tengah antara garis buku", "kalau tulisanku menggantung ke garis atas", "kalau tulisanku kadang menggantung, kadang jatuh ke garis bawahnya" sahutku yang ingin ikut ngobrol. "Hem...kalau tulisanmu gak usah di bahas!" jawab temanku. KIra-kira bagaimana perasaanku? Apakah tak ada yang mau perduli dengan perasaanku?. :'(

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design