Sabtu, 06 Agustus 2011

Terlalu Polos

    Jum'at 05 Agustus 2011, jam 07:30 WIB. Aku dan 5 teman lainnya sudah ada di kantor kepala sekolah SD. Kami ada jadwal mengisi pondok ramadhan di kelas 1, kemarin-nya kami mengisi di kelas 3.
    Padahal kemain jam 07:30 WIB sudah bel masuk kelas, tapi sekarang ini bel masih belum berbunyi juga. Kami pun hanya bisa menunggu bel berbunyi. Kami ngobrol-ngobrol dulu, tentang pengalaman ngajar kemarin, dan juga masalah-masalah yang lainnya.

    Jam 08:00 WIB bel pun berbunyi satu kali tanda jam masuk kelas, kulihat di depan-depan kelas para siswa menyiapkan barisan buat masuk kelas. Jadi inget masakan bunda di rumah hehehe....eh keliru jadi inget dulu waktu aku masih SD.

    Kami langsung menuju ke kelas 1, ternyata siswa-siswinya masih baris di luar. Kami pun menunggu di depan kelas sembari melihat sang ketua kelas menyuruh teman-temannya masuk kelas. Jumlah siswa-nya sekitar 21an, dan kebanyakan adalah siswa perempuan.

    Setelah semua siswa duduk, kami masuk kelas. Tiba-tiba salah-satu teman kami membuka dengan salam "Assalamu'alaikum", eh pas habis salam dia malah ketawa keras sekali "Wkwkwkw.....". Otomatis teman-teman yang lain dan siswa-siswi pada heran melihat dia.

    Akhirnya teman-teman yang lain menggantikan dia mengisi kelas tersebut. Kelas diisi dengan hafalan niat puasa dan do'a sebelum berbuka. Agar siswa-siswinya semangat menghafal, temanku berinisiatif untuk membuat game siapa yang paling hafal. Temanku membagi siswa-siwi menjadi 2 kelompok, terus temanku memilih 1 anak yang mewakili kelompok masing-masing. Jadi ada 2 anak yang dipilih. Lalu 2 anak yang dipilih tersebut disuruh suit untuk memilih siapa yang akan memulai membaca niat dan doa dahulu. Pas mau suit, "kamu jempol yah?"minta salah-satu anak, "okeh deh"jawab anak lainnya. Eh pas suit ternyata anak yang diminta buat jempol benar-benar jempol, padahal anak yang satunya jari kelingking. Aku dan teman-teman tertawa melihat anak yang polos banget, mau saja dibohongi temannya.

    Jam-jam berikutnya kami isi dengan game-game sederhana lainnya, salah satu hukumannya bagi yang kalah adalah menyanyi di depan kelas. Ada salah-satu siswa yang kena hukum, dia menyanyi lagu "Garuda Pancasila". Pas di tengah-tengah nyanyi dia sambil menggoyangkan pinggul-nya kayak Inul ngebor. Semua yang adapun tertawa melihat tingkah siswa tersebut. Setelah anak yang dihukum kembali ke tempat duduknya tiba-tiba banyak teriakan "Saya juga salah!!, saya juga salah!!", ternyata siswa-siwinya pada ingin dihukum semua. Sambil tertawa aku heran melihat anak-anak yang menginginkan dihukum.

    Andai para koruptor juga seperti mereka, mungkin tugas KPK sangat ringan sekali, karena para koruptor sendiri yang akan mengaku kalau dirinya salah. Sayang ini cuma andai-andai saja.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design