Minggu, 03 Juli 2011

Kirain Petis

Siang itu sehabis sholat dhuhur sinar mentari sangat menyengat sekali. Sekumpulan anka-anak SD berkumpul di sungai sambil memakan timun hasil curian, salah satu anak SD itu adalah  aku [Jangan ditiru!]. Si Joko (bukan nama sebenarnya) tidak ikut kumpul di sungai, aku tak tahu apa alasannya.

Di lain  tempat, Joko mencari-cari teman-temannya. Biasanya siang-siang begini teman-temannya lagi bermain layang-layang atau sekedar kumpul-kumpul di belakang rumah warga. Joko mencari di belakang rumah warga, tapi tidak menemukan satupun batang hidung teman-temannya. Joko melihat kelangit, tidak menemukan adanya layang-layang yang biasa teman-temannya mainkan. Ini berarti teman-temannya tidak main layang-layang. Joko memutuskan untuk memutari satu kampung, tapi hasilnya juga tidak menemukan teman-temannya.

Joko putus asa, dia memutuskan untuk pulang saja. Saat di perjalanan pulang joko melihat benda aneh di teras salah satu rumah tetangganya. Joko dekati benda itu, ternyata joko belum 100% mengenali apa yang dilihat. Joko ulurkan jari telunjuk tuk mencoleknya, lalu ujung jari telunjuknya disentuhkan pada lidah. "HOEKK.....ternyata tahi ayam, kirain petis" ucap Joko sambil muntah-muntah.

*cerita ini aku dapatkan dari pengakuan Joko sendiri malamnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design