Selasa, 05 April 2011

Pengamen Kecil

 
Hari mingu siang, seperti biasa aku balik dari rumah ke malang tuk menuntut ilmu (katanya).  Aku diantar ayah ke pandaan sampai di pandaan aku nunggu bis yang agak kosong, maklum hari minggu banyak orang yang kembali ke malang. Entah untuk kuliah atau kerja. Beberapa bis sudah lewat pandaan tapi pada ramai semuah, kalau nekat naik berarti bakal berdiri. Aku sudah kapok nekat naik di bis yang ramai, masak dari pandaan samapi singosari berdiri terus.


Setelah lama menunggu akhirnya ada bis yang lumayang sepi, tanpa pikir panjang aku langsung naik bis tersebut. Aku duduk di belakang, jujur aku tak suka duduk di belakang karena kalau ada pengamen aku tidak bisa jelas mendengarkan pengamen yang lagi nyanyi soalnya kalah keras dengan suara mesin bis.  Ternyata ada ibu-anak pengamen yang naik bis dari pandaan. Usia anak tersebut kira-kira 5 tahunan. Ibunya hanya nunggu di pintu belakang bis, sementara anaknya disuruh ngamen di tengah bis. Setelah beberapa lagu anak itu bawakan, anak itu menyudain nyanyinya. Tangannya langsung mengeluarin bungkus permen dari sakunya, tuk menadai uang sedekah dari para penumpang satu-persatu dari depan. Setelah nyampai di tempatku tuk memintai sedekah dia tidak langsung setor uang pendapatannya ke ibunya yang ada di pintu, tapi malah mencari uang-uang pecahan besar seperti 5000 dan 10.000 lalu di masukin ke saku depan celananya. Setelah tidak ada uang pecahan besar lagi, dia langsung menyerahkan bungkus peren yang berisi uang tersebut ke ibunya. Aku tak tahu apakah yang dilakukan anak tersebut disebut korupsi atau bukan.

“Ternyata ngerti uang  juga anak ini” seruh bapak di sampingku.
“hehehe...iya ya? Padahal masih kecil” timbalku.

Duhhh..... kapan yah suaraku dihargai kayak anak kecil itu?  Aku baru nyanyi satu bait saja boro-boro di kasih uang, teman-teman malah langsung banyak yang protes menyuruhku diam. Tapi, apa mungkin itu cara teman-temanku tuk menjatuhkan mentalku agar tidak menjadi tenar. Padahal kuyakin semua orang yang pernah mendengarkanku menyanyi pasti kagum dengan suaraku yang serak-serak kering ini J. Aku takkan menyerah hanya karena protes teman-temanku yang tak jujur pada dirinya sendiri dan aku. Mungkin saja mereka protes karena iri denganku yang dianugerahi suara ini dan optimis. Tidak sedikit teman-teman banyak yang mengeluh karena punya kelebihan tapi tidak menyukai kelebihannya seperti : suaranya bagus tapi tidak suka menyanyi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design