Senin, 04 April 2011

Makan Tanah

 Waktuku masih kecil dulu, di kampungku anak-anak kecil lagi pada senang membuat kelereng dari tanah. Cara membuatnya tanah dibikin bulat dengan tangan, lalu setelah bulat tanahnya diolesi minyak goreng dikit biar mengkilap, lalu diulang dengan menggosok-gosokkan dengan tangan lagi. Jadilah kelereng yang bewarnah coklat mengkilap.

Habis isya' waktuku pulang ngaji, ibu dan adikku lagi duduk-duduk di teras rumah. Setelah mengucapkan salam dan mencium tangan ibu aku langsung masuk rumah. Aku melihat ada kotak bungkus donat di atas mesin jahit. Aku melihat dalamnya ternyata masih ada donatnya. Setelah aku amati lebih lama ternyata coklat bulat yang biasa ada di atas donat tidak ada. Aku cari-cari di atas mesin jahit, akhirnya aku temukan barang bulat dan warnanya coklat mengkilap di balik bungkus donat, "ini coklatnya" pikirku.


Tanpa pikir panjang aku langsung ambil dan masukkan ke mulutku, pas kugigit ternyata rasanya beda dengan coklat yang biasa kurasaen. Setelah lama aku mengunyah akhirnya aku sadari ternyata yang aku makan adalah kelereng yang dari tanah tapi ukurannya kecil.

Aku langsung lari keluar rumah tuk memuntahkan. Setelah aku memuntahkannya ibu nanya "habis ngapain?" tanya ibu "habis makan tanah yang ada di sebelah bungkus donat bu, aku barusan muntain. Sapa bu yang naruh di situ?"tanyaku "hahahha....itu adikmu". Adikku malah tertawa terbahak-bahak-bahak-bahak (super terbahak-bahak) mengetahui aku habis makan kelereng tanah bikinannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design