Minggu, 10 April 2011

Dicium

    Waktu itu aku masih kelas 2 SD, di kampungku lagi musim panen. Anak-anak memanfaatkan sawah yang belum dipakai karena belum ditanami tersebut dijadikan lapangan sepak bola sederhana.

    Sejak siang sepulang sekolah aku dan teman-temanku bermain bola di lapangan tersebut. Semakin lama kami bermain, semakin banyak yang ikut main. Menyadari pemainnya sudah terlalu banyak, kami sepakat tuk membagi menjadi 3 tim. Tim yang kalah akan digantikan dengan tim yang lain. waktu timku main, posisiku di belakang tapi bukan kiper ataupun anak gawang. Lawan timku lumayan diunggulkan karena ada Cak Hu (orang paling tua di lapangan) yang ikut main.

    Permainan sangat sengit sekali, hingga sekitar 5 menit tak ada yang bisa memasukkan bola ke gawang lawan. Waktu Cak Hu menggiring bola, semua teman setim-nya kecuali kiper pada memanggilnya "Cak Hu, Cak Hu..." supaya diumpani bola.

    Berniat memanfaatkan situasi tersebut, akupun ikut memanggil Cak Hu di waktu dia menggiring bola (menipu Cak Hu, Cak Hu kan berada di tim lawan). Sekali, duakali aku mencoba aku tetap tak dikasih umpan. Sampai suatu saat pas Cak Hu menggiring bola, "Cak Hu!!" Aku berteriak keras memanggilnya. Tak kuduga bola yang tadinya digiring Cak Hu tiba-tiba melayang mencium wajahku dengan keras sekali sampai aku terjatuh ke belakang -akhirnya aku diumpani Cak Hu-. Aku tak sadar beberapa saat, permainan bola akhirnya terganggu gara-gara insiden aku di cium bola tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design