Minggu, 03 April 2011

Aku Jadi Bayangan di Cermin

Waktu aku masih sekolah dulu, tempat dudukku berada di pojok belakang. Perasaan dari SD sampai sekarang tetap saja suka duduk di bekalang, selain biar tidak ketahuan guru kalau tidur, dan juga bisa melihat apa yang dilakukan teman-teman sekelas.

Waktu itu aku duduk di pojok  belakang, di samping kananku tembok yang bercendela kaca. Cendelanya ditutupi tirai supaya pada waktu pelajaran kami yang ada di kelas tidak terganggu dengan keadaan di luar. Kelas sudah tidak ada gurunya, waktunya istirahat. Tapi, sebagian besar anak-anak pada males keluar kelas, termasuk aku. Kami main game bersama.

Waktu itu aku sudah kalah main game-nya (kapan ada cerita aku menang main game yah?), aku bermaksud membuka tirainya tuk melihat keadaan di luar, sapa tau aja ada gadis cantik lewat (jgn kc tw andha). Pas tirai kubuka dengan tangan kanan, mataku menangkap di depan kaca jendela ada Desi (bukan nama samaran) yang lagi memanfaatkan kaca jendela buwat bercermin. Aku lihat aja tuh anak terus, pengen tahu cewek kalau bercermin itu ngapain saja. Setelah agak lama dia bercermin akhirnya dia menyadari kalau di dalam kaca ada aku yang melihat dia. Desi langsung lari, mungkin dia malu atau mungkin dia takut karena bayangannya di cermin muncul aku.

Aku setiap mengingat cerita ini selalu ingin tertawa (ijin, aku mau tertawa). Kwkwkwkwkw.....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design