Jumat, 11 Maret 2011

Hidup Adalah Hampa

HIDUP ADALAH HAMPA, itulah kalimat yang mulai terngiang lagi dalam telingaku. Dulu kalimat itu adalah prinsipku. Aku tak berhak untuk apapun didunia ini karena Tuhan-lah yang memiliki dunia ini.

Mungkin gara-gara akhir-akhir ini aku mulai sering melawan takdir, seperti tidak ikhlas menerima kondisiku sekarang ini atau aku tidak terima dengan perlakuan manusia lain kepadaku. Padahal aku bisa saja bersukur dengan kondisiku sekarang dibandingkan dengan yang lainnya yang lebih buruk kondisinya dan kalau mengenai terima tidak terima aku diperlakukan oleh manusia lain aku bisa saja berpikir mungkin dia lagi lepas kontrol atau lagi ada masalah yang berat.

Sungguh bodohnya diri ini jika terus-terusan mengeluh dengan kondisiku, bukankah ada orang bilang "mengeluh hanya tambah memperburuk masalah", karena ketika aku mengeluh berarti saat itu pikiranku mulai mengumpulkan alasan-alasan tuk menganggap kondisi waktu itu adalah kondisi yang paling buruk. Padahal bisa saja aku bersukur dengan kondisi saat itu jika aku mencoba menoleh ke orang yang lebih buruk kondisinya.

Aku terlalu sering membesar-besarkan masalah yang sebenarnya bisa terselesaikan dengan cara merubah mindset-ku saja. Yang membuatku sering lupa bahwa "HIDUP ADALAH HAMPA" adalah karena terlalu fokus tuk menganggap masalah ini adalah masalah yang kritis.

Sekarang ini aku harus belajar tuk tetap santai menghadapi semua masalahku agar aku tidak terlalu fokus tuk menganggap masalah ini adalah yang kritis. Bukankah tuk menyelesaikan masalah aku harus mengambil keputusan dengan kepala dingin?.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design