Senin, 31 Januari 2011

Senjata Makan Tuan

Saat itu aku masih duduk di kelas IV SD. Diwaktu istirahat aku dan salah satu teman kelasku mau kencing di sungai yang beraqda di belakang sekolah, maklum dulu di sekolahku tidak ada toilet untuk para siswanya.
Setelah kencing, kami melihat ada burung cendet yang tidak kuat terbang. Kami lihat saja kemana burung itu akan hinggap. Setelah kami tahu tempat hinggap burungnya kami berlari ke pohon mangga yang dihinggapi burung cendet. Temanku dan aku ingin mendapatkan burung cendetnya karena harga seekor burung cendet dewasa lumayan mahal. Sesampai kami di bawah pohon mangga burungnya malah terbang ke pohon nangka yang lebi rendah dari pohon mangga. Kamipun berlari lagi menuju pohon nangka. Kami melihat di ranting-ranting, daun-daun, batang-batang untuk mencari keberadaan burungnya. Hasilnya nihil.
Saat kulihat keatas ranting pohon nangka, aku melihat ada sarang lebah diasana. Keberadaan sarang lebahnya tidak jauh dari tempat temanku. akupun punya ide untung menjahili temenku. aku cari ranting pohon yang bergeletakan di bawah pohon, lalu rantingnya aku lemparkan ke sarang lebah biar temenku dikejar lebah. Ternyata perkiraanku meleset, lebahnya tidak mengejar temanku tapi mengejar diriku sendiri. Posisiku saat itu tidak siap untuk lari, karena aku benar-benar tidak mengira lebahnya bakal mengejar aku yang posisinya jauh dari sarangnya daripada temanku. Lebahnya terbang begitu cepat, langsung hinggap di pipi kananku dan menyengatku. "aughhh..."erangku yang kesakitan. Pipikupun ada bulatan merah hasil sengatan lebah yang marah. Aku sudah kapokk deh ngejahili teman.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design